Kamis, 29 Januari 2015

MANFAAT DASUN TUNGGA UNTUAK KESEHATAN




Dasun Tungga.

Biasanya kita lebih mengenal bawang putih yang terdiri dari bawang yang saling menempel, akan tetapi taukah dunsanak jika bawang putih juga memiliki jenis lainya Yakni bawang putih yang hanya satu biji dalam setiap batangnya, nah bawang inilah yang di sebut dengan bawang putih tunggal, atau kadang di sebut juga dengan bawang putih lanang. Bawang ini memiliki bentuk yang Bulat dan memiliki warna yang lebih putih di bandingkan dengan bawang putih yang biasanya.
Akan tetapi bawang ini jarang di manfaatkan sebagai bahan masakan, di mana bawang putih yang biasanyalah yang selalu di manfaatkan oleh berbagai orang, akan tetapi jangan di kira bawang putih tunggal tidak bermanfaat, karena nyatanya bawang ini memiliki manfaat yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh kita, kalau mau tau seperti apa, silahkan simak dengan seksama artikel di bawah ini.

Manfaat Bawang Putih Tunggal Untuk Kesehatan
  1. mencegah penyakit kanker. Hal ini terkait erat dengan kandungan sulfida yang ada di dalamnya. Senyawa kimia ini bisa membantu organ hati dalam melawan senyawa beracun yang bisa memicu kanker.
  2. Bawang putih tunggal ampuh mengobati serangan virus influenza. Aroma khas bawang ini mampu mengaktifkan kinerja membran mocus sehingga saluran pernafasan menjadi lega karena lendir perlahan akan keluar.
  3. Konsumsi bawang putih tunggal secara teratur diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Kolesterol bisa memicu tekanan darah tinggi yang bisa berakibat pada organ jantung. Jadi, konsumsi bawang putih juga bisa melindungi jantung Anda.
  4. sebagai pengontrol bagi mereka yang menderita penyakit diabetes. Bawang putih yang diracik dengan makanan bisa menambah stamina penderita diabetes yang umumnya selalu mengalami kelelahan fisik.
  5. mengatasi penggumpalan darah di dalam tubuh. Caranya cukup konsumsi secara rutin dalam keadaan mentah agar hasilnya lebih maksimal.
  6. sebagai anti-biotik alamiah yang sangat ampuh mengusir bakteri. Jika Anda mengalami peradangan misalkan jerawat, cukup gunakan parutan bawang putih tunggal ini dan jerawat Anda akan steril dari bakteri yang akan membuatnya semakin parah.
  7. mampu mengatasi penyakit maag. Caranya mudah, cukup cuci bersih bawang putih dan kunyah mentah. Lakukan minimal 3 kali dalam sehari hingga maag Anda membaik.
  8. meringankan penyakit asma, batuk pilek, dan masuk angin. Untuk ketiga penyakit ini, cukup campurkan madu bersama dengan bawang putih tunggal yang telah dihaluskan. Saring dan kemudian minum setiap pagi secara rutin hingga kondisi Anda membaik.
Semoga bermanfaat, dan semoga bisa menjadi bahan pengetahuan kita bersama, dan tidak dilarang bahkan dianjurkan untuk membagi pengetahuan ini kepada yang membutuhkannya agar nantinya lebih bermanfaat untuk sesama, terima kasih.

Manfaat Dan Khasiat Jantung Pisang



Kali ini kita akan mencoba untuk membahas mengenai Manfaat Jantung Pisang yang mudah-mudahan nantinya bisa berguna untuk dunsanak semuanya ya, selama ini masyarakat memanfaatkan jantung pisang untuk di manfaatkan sebagai sayur, akan tetapi belakangan para ahli menemukan manfaat dari Jantung pisang ini yang bisa berguna untuk kesehatan tubuh manusia.
apakah anda termasuk yang penasaran akan manfaat dari Jantung pisang ini, yang ternyata bisa berguna untuk kesehatan tubuh manusia, jika iya mari kita langsung melihatnya di bawah ini.
Manfaat Dan Khasiat Jantung Pisang
  1. Jantung pisang mengandung karbohidrat, protein, mineral (terutama fosfor, kalsium. dan besi) maupun vitamin seperti beta karotin, Vitamin B1 dan C. Sebagai sayur, jantung pisang juga mengandung serat pangan yang tinggi.
  2. Mempunyai indeks glikemik yang rendah, sehingga insulin yang dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi energi semakin sedikit dan baik bagi penderita diabetes.
  3. Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meninggkatkan pergerakan usus besar.
  4. Mengikat lemak dan kolesterol yang kemudian dikeluarkan melalui feses.
  5. Mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke.

Jumat, 05 Oktober 2012

Ringkasan ceramah dari al-marhum Nyiak Pakiah Saidan


Ringkasan ceramah dari al-marhum Nyiak Pakiah Saidan
TENTANG KEHIDUPAN MANUSIA SETELAH KEMATIAN
Sahabat Ma'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah...terangkan kepadaku tentang makna firman Allah "ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok"". Lalu menangislah Rasulullah SAW. Cucuran air matanya membasahi pakaiannya. Engkau telah menanyakan sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok-kelompok tabiat.

Kelompok pertama :
Dibangkitkan tanpa kaki dan tangan, seraya terdengar suara dari sisiNya,
"Mereka adalah orang-orang yang mengganggu tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kedua : Dibangkitkan dalam bentuk babi, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah balasan bagi orang-orang yang bermalas-malasan melakukan sholat dan nerakalah tempatnya".

Kelompok ketiga : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan perutnya besar menggunung yang dipenuhi ular dan kalajengking, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran orang-orang yang menahan zakat dan nerakalah tempatnya".

Kelompok keempat : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang berdusta dalam perkara jual beli dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kelima : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan bau busuk, lebih busuk dari bau bangkai. seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang melakukan maksiat (perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat islam) secara sembunyi karena takut terlihat orang tapi tidak takut dari pengawasan Allah dan nerakalah tempatnya".

Kelompok keenam : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memberikan kesaksian palsu dan nerakalah tempatnya".

Kelompok ketujuh : Dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah dan dari mulutnya keluar darah dan nanah. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang tidak mau memberikan kesaksian dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kedelapan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk dan kedua kakinya berada diatas kepala, seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang suka melakukan zina dan terlanjur mati sebelum bertobat dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kesembilan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam dan matanya biru serta perutnya penuh api, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memakan harta dan merampas hak anak-anak yatim secara zalim dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kesepuluh : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan sakit kusta dan sopak, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang mendurhakai orang tuanya dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kesebelas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta hati, buta mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut dan paha. Dan dari perutnya keluar kotoran. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang meminum khamr (yang memabukan/alkohol) dan nerakalah tempatnya".

Kelompok kedua belas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajah bercahaya, seperti bulan purnama. Melewati Shirath Al-Mustaqim secepat kilat menyambar angin. Seraya terdengar suara dari sisiNya "Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal sholeh kebajikan. Menjauhi segala kemaksiatan. Rajin memenuhi panggilan sholat dan mati setelah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah Pengampunan, Rahmat, dan Ridho serta Surga dari ALLAH SWT".

"Ya Alllah,,, masukanlah hambaMU ini ke dalam golongan orang-orang yang selalu beriman kepadaMu ya Allah,,, jauhkan panas api neraka dari kami ya Allah....." Aamien.. salo.kitoko@yahoo.com

 ============ aaleoreo=========================


Selasa, 01 Mei 2012

DIBALIK KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN


Percayalah pada janji Allah. Meskipun disaat kita sedang Galau

 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS  Al-Insyirah: 5-6).

Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul.  

Yakinlah...
“Kesulitan tidak mungkin mengalahkan kemudahan.”
‘Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya..."

Yakinlah .....
Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian ya? Itu karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu amat pasrah. Segala suatu telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.
Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah.
Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan,
maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

AKHLAKUL KARIMAH

Oleh: Moeflich Hasbullah

      Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam.
      Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana.
      Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis.
      Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli baju baru. Setelah berpikir, ia pun punya ide. Umar menyurati baitul mal (bendahara negara).
      Isi surat itu, (kira-kira bunyinya begini): "Kepada Kepala Baitul Mal, dari Khalifah Umar. Aku bermaksud meminjam uang untuk membeli baju buat anakku yang sudah robek. Untuk pembayarannya, potong saja gajiku sebagai khalifah setiap bulan. Semoga Allah merahmati kita semua."
      Mendapati surat dari sang Khalifah Umar, kepala baitul mal pun memberikan surat balasan. Bunyinya, kurang lebih begini: "Wahai Amirul Mukminin, surat Anda sudah kami terima, dan kami maklum dengan isinya. Engkau mengajukan pinjaman, dan pembayarannya agar dipotong dari gaji engkau sebagai khalifah setiap bulan. Tetapi, sebelum pengajuan itu kami penuhi, tolong jawab dulu pertanyaan ini, dari mana engkau yakin bahwa besok engkau masih hidup?"
      Membaca balasan surat itu, bergetarlah hati Umar. Tubuhnya seakan lemas tak bertulang. Umar tidak bisa membuktikan bahwa esok hari ia masih hidup. Ia sadar telah berbuat salah. Ia bersujud sambil beristigfar memohon ampun kepada Allah.
      Setelah memohon ampun, ia pun memanggil anaknya. "Wahai anakku, maafkan ayahmu. Aku tak sanggup membelikan baju baru untukmu. Ketahuilah, kemuliaan seseorang bukan diukur dari bajunya, melainkan dari kemuliaan akhlaknya. Sekarang, pergilah engkau ke sekolah, dan katakan saja kepada teman-temanmu bahwa ayahmu tak punya uang untuk membeli baju baru."
      Alangkah luar biasanya perhatian dan kewaspadaan seorang pemimpin dan bawahan. Mereka saling memberikan nasihat dan peringatan. Kisah ini menohok kesadaran kita tentang perilaku para pemimpin sekarang di negeri ini.
      Alih-alih mengutamakan kesederhanaan dan kemuliaan akhlak, mereka malah saling berebut kekuasaan dan memperkaya diri dengan perilaku korup. Semua itu dilakukan tanpa rasa bersalah. Bahkan, antara atasan dan bawahan saling menutupi kesalahan satu sama lain. Tak heran bila Allah menimpakan azab demi azab (bencana) untuk menyadarkan kita agar senantiasa takut kepada-Nya. Wallahu a'lam.

Jumat, 20 April 2012

AMPUHNYA DO'A


Aku sudah menikah lebih dari tujuh tahun. Alhamdulillah segala yang aku dambakan –sesuai pandanganku- sudah aku dapatkan. Aku sudah mapan dalam pekerjaan, dan sudah mapan dalam perkawinanku… Yang kukeluhkan hanyalah rasa bosan. Aku dan istriku belum juga dianugerahi seorang anak. Akupun mulai diliputi kejemuan.
Aku sudah banyak mengunjungi dokter. Aku yakin, bahwa aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Aku pergi berobat ke dalam dan luar negeri. Ketika aku mendengar ada seorang dokter spesialis kemandulan baru datang, aku segera memesan waktu konsultasi...
Berbagai kiat banyak diberikan, sementara obat-obatan lebih banyak lagi. Namun tidak ada gunanya sama sekali… 
Lebih sering kami berbicara tentang dokter Anu dan Anu, apa yang dia katakan dan apa yang kami alami… Masa menunggu itu terus berlangsung hingga setahun atau dua tahun. Masa pengobatan itu lama sekali. Ada yang menyatakan bahwa kemandulan itu berasal dari diriku. Namun sebagian lain menyatakan bahwa hal itu berasal dari istriku. Pokoknya hari-hari kami hanya diisi dengan pemeriksaan dan pemecahan problem tersebut. Bayangan tentang anak begitu menguasai jiwa kami. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak menyentuh perasaan istriku. Namun semua yang berlangsung mengusik perasaannya.
Banyak pertanyan yang muncul. Ada yang bertanya kepadanya: “apa lagi yang kamu tunggu?”seolah urusan itu berada di tangan istriku. Ada lagi yang menyarankan agar ia berobat ke dokter Anu di lokasi Anu. Fulanah sudah mencoba kesana dan kini sudah melahirkan anak. Demikian juga Fulanah. Demikianlah, orang-orang disekitar istriku memiliki banyak andil dalam melontarkan pertanyaan. Namun tak seorangpun yang berkata kepada kami: “kenapa tidak menghadap ke Allah dan berdoa kepada-Nya dengan penuh keikhlasan?”
Berlalu sudah tujuh tahun, kami seolah menjulurkan lidah di belakang para dokter dan lupa berdoa. Kami lupa berserah diri kepada Allah…
Pada suatu sore aku menyeberang jalan, tiba-tiba kulihat seorang laki-laki buta menyeberang jalan yang sama… aku segera menuntunnya dan berjalan separuh jalan bersamanya. Di tengah jalan, kami berhenti. Kami menunggu sampai bagian jalan di seberang agak sepi dari kendaraan. Lelaki itu menyempatkan untuk bertanya kepadaku, setelah sebelumnya mendoakan diriku agar sehat dan mendapat taufik. “Anda sudah menikah?” “Sudah.” Jawabku. Ia bertanya lagi: “ sudah punya anak?” “Allah belum menakdirkannya.” Jawabku kepadanya. “Sudah tujuh tahun kami menunggu kabar gembira itu.”
Kamipun menyeberang jalan. Ketika kami hendak berpisah, lelaki itu berkata: “ Wahai anakku. Aku sudah pernah mengalami apa yang engkau alami. Namun dalam setiap shalat aku berdoa: “Rabbi, janganlah Engkau meninggalkanku seorang diri, sementara Eengkau adalah sebaik-baiknya yang memberikan warisan. “(Al-Anbiya’:89)
Alhamdulillah kini aku sudah memiliki tujuh orang anak.” Lelaki tua itu menekan tanganku sambil berkata “Jangan lupa berdoa.” Sebelumnya aku tidak mengharapkan nasihat seperti itu. Aku sudah mendapatkan sesuatu yang hilang.
Aku menceritakan kejadian itu kepada istriku. Kamipun tertarik memperbincangkannya. Kenapa selama ini kami tidak berdoa? Padahal segala sesuatu sudah kami cari dan sudah kami coba? Semua dokter sudah kami dengarkan ucapannya dan sudah pernah kami ketuk pintu rumahnya. Kenapa kami tidak pernah mengetuk pintu Allah? Padahal itulah pintu terbesar dan itulah pintu terdekat. Istriku juga baru ingat bahwa ada seorang wanita tua yang menasihatinya dua tahun yang lalu: “Hendaknya engkau berdoa.” Namun, sebagaimana dikisahkan istriku, kala itu kami sudah memiliki banyak jam konsultasi bersama banyak dokter. Sehingga kami sudah terbiasa mengkonsultasikan persoalan kami dengan para dokter tersebut. Tanpa rasa khawatir atau gelisah, hanya sebatas konsultasi saja. Kami hanya menyelidiki cara penyembuhan yang terbatas saja, sebagai salah satu ikhtiar.
Kamipun menghadap kepada Allah dengan sepenuh hati. Dalam shalat wajib dan juga dalam shalat malam. Kami berusaha mencari waktu-waktu dimana doa mudah dikabulkan. Persangkaan kami tidak sia-sia. Kamipun juga tidak ditolak. Bahkan Allah membuka pintu keterkabulan doa. Istriku hamil, dan akhirnya melahirkan seorang anak. Sungguh Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta.
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertqwa.” (A-Furqan: 74)

Sumber: Az-Zaman Al-Qaadim